Ia menambahkan bahwa safeguarding merupakan program yang sangat penting dan memerlukan keseriusan dalam membangun sistem perlindungan atlet yang profesional serta berstandar internasional.
"Pelatihan menjadi bekal penting untuk memperkuat implementasi program safeguarding NOC Indonesia sepanjang 2026," ucapnya.
Baca Juga:
Komisi III DPR RI Tinjau Kinerja Polda Jambi dan Pelaksanaan KUHP
Menurut Tabitha, hasil pelatihan ini dapat langsung diterapkan dalam menangani berbagai laporan safeguarding yang telah masuk.
Selain itu, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh akan diterjemahkan secara nyata ke dalam pengembangan dan penguatan program-program safeguarding NOC Indonesia di masa mendatang.
Sementara itu, Dr. Sophia Hage menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin, khususnya dari perspektif medis dan psikologis, dalam upaya perlindungan atlet.
Baca Juga:
Rebut Medali Emas di Kejuaraan Tinju Internasional di Malaysia, Mathius Disambut Pemko Gunungsitoli
"Sangat krusial memahami dampak kekerasan terhadap kesehatan fisik dan mental atlet," ujar Sophia.
Pelatihan tersebut juga membuka perspektif yang lebih komprehensif mengenai cara merespons laporan secara empatik, tepat sasaran, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi para atlet, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.