Duet muda tersebut berhasil melangkah ke babak semifinal setelah menundukkan pasangan kuat asal China, Liang Wei Keng / Wang Chang, dengan skor meyakinkan 21-18, 21-12.
Legenda bulu tangkis Indonesia yang juga peraih emas Olimpiade itu menilai, keberhasilan para pemain muda menembus babak-babak penting di turnamen kelas dunia merupakan bukti bahwa regenerasi atlet berjalan dengan baik.
Baca Juga:
Gandeng Kemenpora dan FIBA Indonesia, DPP PERBASI Perkuat Kompetensi Pelatih Basket 3x3
Ia pun optimistis masa depan bulu tangkis Indonesia akan tetap cerah jika pembinaan terus dilakukan secara konsisten.
"Bermain di turnamen sebesar All England bukan hal yang mudah, apalagi bagi pemain muda. Tetapi mereka mampu menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing di level tertinggi," ujarnya.
Turnamen All England 2026 digelar pada 3–8 Maret di Utilita Arena Birmingham, Inggris.
Baca Juga:
LALIGA Cetak Sejarah di Musim 2025/26, Pendapatan hingga Penonton Stadion Pecahkan Rekor
Ajang ini menjadi salah satu turnamen paling prestisius dalam kalender Badminton World Federation dengan total hadiah mencapai USD 1.450.000 atau sekitar Rp24,5 miliar.
Sementara itu, perjalanan tunggal putra muda Indonesia Alwi Farhan harus terhenti di babak perempat final.
Ia kalah dari unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dengan skor 17-21, 12-21.