Presiden Prabowo juga menyoroti tingkat risiko tinggi dalam olahraga berkuda.
Menurutnya, cabang olahraga ini termasuk yang paling berat dan berbahaya karena melibatkan kecepatan, kekuatan fisik, serta risiko cedera serius.
Baca Juga:
Presiden Prabowo: Petani Berperan Fundamental Bagi Kemerdekaan RI
Oleh karena itu, Presiden menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang memberikan kenaikan pangkat kepada atlet berkuda berprestasi tersebut.
"Panglima TNI sudah naik pangkat mereka jadi perwira. Salah satu yang ingin saya tandai itu berkuda yang sangat berbahaya dan sangat berat dari semua cabang naik kuda," ujarnya.
Pada SEA Games ke-33 Thailand 2025, tercatat sebanyak 39 prajurit TNI berhasil menorehkan prestasi membanggakan di berbagai cabang olahraga.
Baca Juga:
Perayaan Natal Nasional 2025 Diselenggarakan Sederhana dan Berdampak untuk Indonesia
Sebagai bentuk penghargaan atas capaian tersebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memberikan sejumlah apresiasi berupa kenaikan pangkat dan kesempatan pendidikan lanjutan.
Salah satu penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) diberikan kepada peraih medali emas cabang Taekwondo, Muhammad Alfi Kusuma. Panglima TNI menaikkan pangkat Alfi dari Letnan Dua menjadi Letnan Satu.
Selain itu, KPLB juga dianugerahkan kepada atlet angkat besi Rizki Juniansyah, yang mendapatkan kenaikan pangkat dari Letnan Dua menjadi Kapten.