Pelatih berusia 50 tahun itu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh federasi sepak bola nasional.
"Terima kasih kepada PSSI dan exco lainnya yang sudah memberi kepercayaan untuk menjadi pelatih kepala baru Timnas Indonesia," ujarnya.
Baca Juga:
John Herdman Nahkodai Timnas Indonesia, PSSI Ungkap Alasan Penunjukan
Lebih lanjut, Herdman memaparkan tantangan utama yang akan dihadapinya, yakni mengoptimalkan dan menyatukan kekuatan pemain diaspora dengan talenta lokal Indonesia.
Ia menegaskan pendekatan inklusif menjadi kunci dalam membangun kekuatan tim Garuda.
"Bagi saya, saya tidak melihat paspor mereka, saya melihat peluang dan yang terpenting adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar untuk Garuda," jelasnya.
Baca Juga:
Nama Pelatih Baru Timnas Indonesia Tinggal Diumumlan, Erick Thohir Tidak Ikut Campur
Herdman menyadari bahwa Timnas Indonesia sebelumnya telah menapaki jalur ambisius menuju Piala Dunia 2026, meski pada akhirnya belum berhasil mencapai target tersebut.
Kondisi itu, menurutnya, menghadirkan tekanan besar bagi pelatih dan tim yang akan datang.
"Tentu ada tekanan, jelas, mengingat apa yang disebutkan sebelumnya, sudah dekat, tetapi belum berhasil. Jadi, apakah sudah siap menghadapi tekanan ini, terutama dari para penggemar. Anda datang ke sebuah organisasi, memimpin sebuah tim, memikul beban sebuah bangsa. Dan beban itu bisa, bisa menjadi sebuah kutukan, atau bisa menjadi sebuah berkah," ungkapnya.