WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Setan Merah usai timnya tersingkir secara mengejutkan dari ajang Piala Carabao, Kamis (28/8/2025) dini hari.
Bermain di kandang Grimsby Town di Blundell Park, United hanya mampu bermain imbang 2-2 di waktu normal, sebelum akhirnya kalah 11-12 dalam drama adu penalti.
Baca Juga:
40 Calon Paskibraka Kota Gunungsitoli Digembleng, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT Kemri ke-80
"Saya hanya ingin meminta maaf kepada para pendukung kami," ucap Amorim dikutip dari kanal resmi Manchester United.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa dirinya tak memiliki banyak lagi yang bisa disampaikan selain penyesalan atas performa timnya.
Amorim sebelumnya sudah mengkritisi cara bermain timnya yang dinilainya sangat buruk sejak awal pertandingan.
Baca Juga:
Resmi Kembali ke Korea, Shin Tae-yong Latih Ulsan HD Gantikan Kim Pan-gon
Ia menyoroti sikap para pemain yang dianggap kurang menunjukkan mentalitas tim besar ketika menghadapi lawan dari divisi yang lebih rendah.
"Cara kami memulai pertandingan, seperti kami tidak berada di sana," ujarnya.
Ia menekankan bahwa kondisi tersebut sangat memprihatinkan bagi klub sebesar Manchester United.
Pelatih berusia 40 tahun itu secara tegas menilai Grimsby, klub kasta keempat Liga Inggris, tampil lebih disiplin dan lebih bersemangat dibanding skuadnya.
Amorim mengaku sangat kecewa dengan para pemainnya yang gagal menunjukkan kualitas terbaik.
"Saya tahu tim terbaiklah yang menang," katanya.
Ia pun menambahkan bahwa pernyataan tersebut sudah disampaikan dengan jelas kepada para pemain di ruang ganti.
Dalam laga tersebut, MU sempat dibuat tertekan sejak awal. Grimsby unggul 2-0 di babak pertama melalui gol Charles Vernam dan Tyrell Warren.
United baru bisa bangkit di babak kedua lewat gol Bryan Mbeumo dan Harry Maguire. Skor imbang 2-2 memaksa laga ditentukan lewat adu penalti.
Sayangnya, dua rekrutan anyar MU, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor.
Kiper Andre Onana juga hanya berhasil menahan satu tendangan Clarke Oduor, sementara Grimsby tampil lebih tenang dalam menuntaskan semua peluang mereka.
Meski begitu, Amorim menolak menyalahkan individu tertentu.
Menurutnya, kekalahan ini terjadi karena masalah kolektif, bukan karena satu atau dua pemain.
"Ketika Anda bermain melawan tim divisi empat, yang membuat Anda kalah bukanlah penjaga gawang, melainkan segalanya," tegasnya.
Ia menilai kekalahan ini lebih disebabkan oleh atmosfer dan mentalitas tim yang tidak siap menghadapi tekanan kompetisi.
Dengan hasil ini, Manchester United asuhan Amorim belum meraih satu kemenangan pun di musim 2025-2026.
Situasi tersebut semakin menambah tekanan bagi sang pelatih menjelang laga berikutnya melawan Burnley di Stadion Old Trafford, Sabtu (30/8/2025), dalam lanjutan Liga Primer Inggris.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]