“Kami mulai ikut kejuaraan dunia sejak 2008 di Amerika,” ujarnya seperti dilaporkan RRI pada Kamis (4/12/2025).
Tonggak penting terjadi pada 2015 ketika Indonesia menjadi tuan rumah dan berhasil merebut medali pertama.
Baca Juga:
Target Terlewati, Bulutangkis Indonesia Tampil Perkasa di SEA Games 2025
Setelah itu, prestasi kembali meningkat pada 2019. “Lagu Indonesia Raya pertama dikumandangkan di Australia 2019,” sambung Amalia.
Menurutnya, Indonesia kini semakin diperhitungkan sebagai kekuatan baru di arena arung jeram internasional.
Perkembangan ini sekaligus menandai perubahan peta persaingan global. “Sebelumnya dominasi Brasil, Jepang, dan Ceko,” kata Amalia.
Baca Juga:
Masniari Wolf Raih Emas Ketiga Beruntun SEA Games, Kukuhkan Dominasi Gaya Punggung
Hingga memasuki hari kedua kejuaraan, kontingen Merah Putih telah mengoleksi tiga medali emas.
PB FAJI sendiri menargetkan minimal lima emas pada kejuaraan dunia kali ini.
Untuk mencapai target tersebut, Indonesia menurunkan atlet di berbagai kategori usia dan gender, mulai dari Youth Women, Youth Men, Junior Women, Junior Men, hingga Open Women.