“Saya cukup optimistis tim ini bisa membawa kabar baik bagi Indonesia. Apalagi kita memiliki kekuatan seperti di speed climbing yang saat ini termasuk yang terkuat di dunia,” ujar Okto.
Okto menilai partisipasi dalam Asian Beach Games memiliki arti penting dalam proses pembinaan atlet nasional.
Baca Juga:
Kemenpora Matangkan Strategi Hadapi Tantangan SEA Games 2027 di Malaysia
Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga berfungsi sebagai tolok ukur kesiapan atlet menuju multievent internasional lainnya seperti Asian Games, Youth Olympic Games, hingga Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG).
Ia juga menegaskan bahwa pengiriman atlet dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran yang ada.
Meskipun demikian, pihaknya tetap berkomitmen mengirim cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang besar meraih prestasi.
Baca Juga:
NOC Indonesia Tegaskan Komitmen Safe Sport Lewat Pelatihan Safeguarding Internasional
“Dengan berbagai keterbatasan, termasuk anggaran, kita tetap berupaya selektif mengirimkan cabang olahraga yang memiliki potensi. Terima kasih kepada federasi cabang olahraga dan Kemenpora atas dukungan yang diberikan,” kata Okto.
Di sisi lain, Chef de Mission Tim Indonesia, Krisna Bayu, memastikan bahwa seluruh atlet telah menjalani persiapan secara maksimal sebelum keberangkatan.
Ia menilai komposisi tim yang menggabungkan atlet senior dan junior menjadi kekuatan tersendiri untuk bersaing di ajang tersebut.