Aksi yang dilakukan Bigmo memang sangat membahayakan anak-anak.
Sebab bukan hanya akan dicontoh oleh anak-anak yang terpapar secara langsung saat acara, tetapi juga anak anak yang menjadi follower Bigmo, dan influencer lain̈ya Mengingat saat ini prevalensi perokok elektrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, yakni mencapai 3 persen.
Baca Juga:
Waspada, Ini 3 Bahan Berbahaya pada Rokok Elektrik
Bahkan jumlah perokok anak di Indonesia mencapai kisaran 6 juta anak yang merokok, dengan prevalensi mencapai 7,4 persen. Plus jumlah total perokok aktif yang mencapai 30 persen dari total populasi atau sekitar 70 juta perokok.
Oleh sebab itu, semua pihak seharusnya mengawal dan mengimplementasikan mandat PP 28/2024 tentang Kesehatan, yang menjadi instrumen hukum untuk melindungi anak dan remaja dari potensi kecanduan produk adiktif nikotin yang menjadi bahan baku utama rokok, baik rokok konvensional dan atau rokok elektrik.
Fenomena generasi emas hanya akan menjadi mitos belaka jika masa depan anak menjadi tumbal/ditumbalkan untuk komoditas adiksi nikotin. *)
Baca Juga:
TAR Disebut Sebagai Pemicu Utama Penyakit Terkait Merokok
*) Penulis adalah Pegiat Perlindungan Konsumen, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI).
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.