WahanaNews.co | Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau semua pihak agar melakukan persiapan untuk memitigasi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada masa libur Natal dan tahun baru.
Cuaca ekstrem tersebut antara lain berupa angin kencang, hujan lebat, dan petir yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta gelombang tinggi di perairan laut.
Baca Juga:
Juli 2026 Jadi Bulan Terpanas di Indonesia Sejak 1991, BMKG Ungkap Efek El Nino
"Dari berbagai fenomena dan potensi cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, atau awan-awan cumulonimbus yan dapat mengganggu penerbangan, kami perlu merekomendasikan kepada pihak-pihak terkait dimohon melakukan persiapan untuk mitigasi," kata Dwikorita, Selasa (20/12/2022) malam.
Pertama, Dwikorita meminta semua pihak memastikan kapasitas infrastuktur dan sistem tata kelola sumber daya air.
Hal ini diperlukan agar siap mengantisipasi peningkatan curah hujan yang diperkirakan mencapai sangat lebat bahkan ekstrem.
Baca Juga:
BMKG: Waspada Hujan Lebat-Banjir Landa Wilayah RI
Kedua, perlu penataan lingkungan dengan mengelola sampah, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol,
"Serta melakukan program penghijauan secara masif," kata Diwkorita.
Ketiga, ia mengimbau masyarakat, khususnya pengguna angkutan penyeberangan, untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memonitor perkembangan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG.