WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bencana banjir yang melanda tujuh desa di Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh akibat gelombang Rossby Ekuatorial.
Baca Juga:
Banjir di Wilayah Batu Silangit Simalungun Diduga Dampak Pembangunan Ruas Tol
"Gelombang Rossby Ekuatorial merupakan gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sekitar ekuator. Gelombang ini juga dikenal sebagai gelombang planet," kata Prakirawati Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Aceh, Almira Aprilianti, Jumat (4/4).
Ada pun tujuh desa yang terendam banjir di Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan hingga Jumat yakni Desa Jambo Papan, Desa Malaka, Desa Simpang Dua, Desa Padang, Desa Koto, Desa Pulo Air, serta Desa Mersak.
Bencana banjir yang melanda di daerah tersebut menyebabkan 644 jiwa atau 167 kepala keluarga (KK) terdampak.
Baca Juga:
PLN UID Sulutenggo Salurkan Bantuan TJSL untuk Korban Banjir di Manado
Berdasarkan data diperoleh dari BPBD Aceh Selatan, ketinggian air yang merendam permukiman warga di kawasan tersebut berkisar antara 50-80 sentimeter, setelah aliran sungai di sekitar permukiman warga meluap akibat tingginya curah hujan.
Almira menyebut akibat dari gelombang ini dapat menyebabkan aktifnya massa udara sehingga menyebabkan penambahan awan yang lebih banyak, sehingga menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat dengan intensitas sedang hingga lebat.
Selain itu, penyebab tingginya curah hujan di wilayah pantai barat selatan Aceh juga adanya belokan angin (shearline) di sekitar wilayah barat selatan Aceh, sehingga terjadinya penumpukan massa udara dan dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi selama dua hari ke depan.