WahanaNews.co | Bernama asli agen pengontrol kerusuhan, gas air mata merupakan gabungan dari berbagai macam senyawa kimia yang menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan paru-paru dan kulit.
Ketika mengenai bagian tubuh tertentu, gas air mata menyebabkan iritasi dalam hitungan detik.
Untungnya, efek gas air mata tidak bertahan lama.
Baca Juga:
Ratusan Massa Demo di Kejari Gunungsitoli, Dukung Penuntasan Kasus Korupsi RSUP Nias
Ketika sudah tidak lagi terpapar gas air mata, efek iritasi yang ditimbulkan akan menghilang dalam 15-30 menit.
Efek gas air mata
Dilansir dari situs resmi CDC, paparan gas air mata bisa menyebabkan berbagai hal berikut:
Baca Juga:
Skenario Demo Rusuh hingga Penjarahan Warnai Simulasi Sispam Mako Polres Nias
1. Pada mata, gas air mata bisa menyebabkan produksi air mata yang berlebihan, rasa terbakar, pandangan buram dan mata merah.
2. Pada hidung, gas air mata menyebabkan ingus yang berlebih, rasa terbakar dan pembengkakan.
3. Pada mulut, gas air mata menyebabkan rasa terbakar, iritasi, kesulitan menelan dan air liur berlebih.