WahanaNews.co | BMKG meluruskan pernyataan viral Babeh Aldo yang mengaitkan Virus Covid-19 varian Omicron dengan peningkatan polisi udara.
Menurut BMKG, tidak ada kaitan di antara kedua hal tersebut.
Baca Juga:
Sumedang dan Majalengka Jadi Salah Satu Daerah dengan Jumlah Petir Tertinggi di Bulan Maret 2025
Dalam video yang viral di media sosial, Babeh Aldo atau Mohamad Ali Ridlo Assegaf menyebut yang terjadi bukanlah pandemi Covid-19.
Dia menyebut ada peningkatan polusi udara yang terjadi saat ini.
"Di saat pemerintah mengatakan akan ada gelombang Omicron, kami menyelidiki bahwa tingkat polusi udara sekarang lagi meningkat," kata Babeh Aldo dalam video itu.
Baca Juga:
Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut hingga Lebaran, PLN Siapkan Langkah Antisipatif
"PM 2,5 sangat bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut, ISPA namanya. Ya bisa menyebabkan anosmia, badai sitokin, apa yang disebut Covid-19 itu bisa disebabkan oleh PM2,5," sambungnya.
Plt Deputi Bidang Klimatologi, Urip Haryoko, kemudian merespons pernyataan Babeh Aldo tersebut.
Menurutnya, peningkatan konsentrasi PM 2,5 di udara menyebabkan terjadinya penurunan kualitas udara yang secara visual dapat berdampak pada penurunan jarak pandang dan peningkatan kekeruhan kondisi atmosfer.