Sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta unggul.
Perguruan tinggi didorong untuk menjadi inkubator inovasi yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan industri, sekaligus menjadi penggerak riset terapan, hilirisasi teknologi, dan kolaborasi strategis dengan dunia usaha.
Baca Juga:
Momentum Hari Bumi, RI dan Uni Eropa Percepat Transisi Energi Lewat Inovasi Hijau
“Mahasiswa dan alumni punya posisi strategis sebagai knowledged workforce yang akan menjadi tulang punggung transformasi ekonomi nasional. Maka, pengalaman pendidikan tinggi harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun keberanian dalam menciptakan solusi,” ujar Menteri Brian.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang erat antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, industri yang mampu bertahan dan bersaing di tingkat global adalah industri yang didukung oleh riset yang kuat, penguasaan teknologi yang mumpuni, serta keterlibatan talenta-talenta unggul lulusan perguruan tinggi.
Baca Juga:
Kemdiktisaintek dan PLN Bersinergi Kembangkan Energi Surya untuk Masa Depan
Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek turut memberikan apresiasi kepada pelaku industri nasional yang telah berhasil mengembangkan inovasi berbasis riset serta adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Model kolaborasi semacam ini dinilai penting untuk diperluas guna mendorong lahirnya lebih banyak industri berbasis sains dan teknologi di Indonesia.
Sebagai penutup, Mendiktisaintek mengajak para peserta Novo Club untuk memiliki visi jangka panjang dalam membangun inovasi dan usaha yang berkelanjutan.