Peneliti Pusat Riset Kimia Maju Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Roni Maryana mengatakan soda api yang tumpah ke jalan itu berbahaya bagi manusia dan lingkungan.
Selain berdampak pada logam dan kulit, kata Roni, tumpahan NaOH ini juga bisa berdampak besar terhadap lingkungan.
Baca Juga:
Sampah Plastik Jadi Solar Premium, BRIN Perkenalkan Teknologi Pirolisis Fastpol
Menurutnya kontaminasi pada air atau tanah akan merusak ekosistem, terutama mikroba dan makhluk hidup dikarenakan pH ideal berada di angka 6 hingga 7.
"Bagi tanaman, kenaikan pH juga akan merusak, yang dalam jangka panjang menyebabkan kematian," tuturnya.
Maka dari itu, perlu proses netralisir pH yang tujuannya menetralkan kondisi lingkungan dari sekitar angka 12 menjadi 7 dengan bantuan asam.
Baca Juga:
Heboh Cahaya Melintas di Langit JORR, BRIN Ungkap Fakta Sebenarnya
Polisi saat ini tengah menyelidik dugaan kelalaian dalam insiden ini.
Sementara Wakil Kepala Komisi V DPR Syaiful Huda menduga ada pelanggaran di balik tumpahnya cairan kimia itu.
Bukan cuma sopir, perusahaan yang menaunginya juga dinilai perlu dijatuhi sanksi jika memang ada pelanggaran.