WAHANANEWS.CO, Jakarta - Persaingan industri chipset atau prosesor smartphone diprediksi semakin memanas memasuki tahun 2026.
Dua pemain utama, Qualcomm dengan lini Snapdragon dan MediaTek melalui seri Dimensity, masih menjadi penguasa pasar dengan inovasi performa yang terus berkembang dari generasi ke generasi.
Baca Juga:
PLN–GGGI Teken Kerja Sama Karbon di COP30, Indonesia Siap Perluas Perdagangan Emisi Bebasis Teknologi
Tak heran jika banyak pengguna smartphone Android masih membandingkan keduanya untuk kebutuhan seperti gaming, multitasking, hingga fotografi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Snapdragon dikenal sebagai standar chipset untuk ponsel Android kelas flagship.
Namun dominasi tersebut mulai mendapat tantangan serius dari MediaTek. Produsen asal Taiwan itu kini berhasil menghadirkan chipset Dimensity yang mampu bersaing, bahkan digunakan pada sejumlah perangkat premium terbaru. Kondisi ini membuat peta persaingan chipset tidak lagi sepihak.
Baca Juga:
Rusia Luncurkan Pasukan Sistem Nirawak, Fokus pada Perang Drone dan Teknologi Otomatis
Oleh karena itu, bagi Sahabat Yoursay yang berencana membeli ponsel Android kelas atas, penting untuk memahami perbedaan Snapdragon dan Dimensity.
Mengacu pada ulasan dari laman Gizmochina, berikut lima perbandingan utama yang bisa dijadikan bahan pertimbangan.
1. Performa CPU