Pemerintah, lanjutnya, juga terus mendorong kebijakan pendidikan tinggi dan program beasiswa agar lebih terintegrasi dengan kebutuhan riset nasional serta berorientasi pada penyelesaian persoalan riil di masyarakat.
Kemdiktisaintek menegaskan bahwa pengembangan AI di Indonesia tidak semata dipandang sebagai kemajuan teknologi, melainkan sebagai instrumen strategis dalam menjawab berbagai tantangan di berbagai sektor, mulai dari industri, kesehatan, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Baca Juga:
Momentum Hari Bumi, RI dan Uni Eropa Percepat Transisi Energi Lewat Inovasi Hijau
Pendekatan ini menempatkan AI sebagai solusi yang terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional, sekaligus mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap dapat menjadi fondasi yang kuat. Dengan pengembangan AI yang kokoh, kami optimistis berbagai sektor akan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Menteri Brian.
Lebih jauh, Kemdiktisaintek terus mendorong terbentuknya ekosistem AI yang komprehensif, mencakup aspek pendidikan, riset, inovasi, hingga dukungan kebijakan yang harmonis antar sektor.
Baca Juga:
Kemdiktisaintek dan PLN Bersinergi Kembangkan Energi Surya untuk Masa Depan
Sinergi dengan mitra internasional dinilai menjadi faktor kunci dalam mempercepat pengembangan teknologi yang adaptif, inklusif, serta relevan dengan kebutuhan nasional yang terus berkembang.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memperluas kerja sama melalui berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.
Program tersebut mencakup penguatan jejaring antarperguruan tinggi, pertukaran akademisi, hingga pengembangan talenta global yang mampu bersaing di kancah internasional.