WAHANANEWS.CO, Jakarta - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih membayangi kawasan Jabodetabek dan berpotensi mengganggu aktivitas warga pada Senin (2/2/2026) -- ketika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan waspada cuaca ekstrem.
BMKG memprakirakan hampir seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya akan diguyur hujan, dengan potensi intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai dampak lanjutan berupa genangan hingga banjir.
Baca Juga:
Tanah Bergerak di Babakan Madang, 11 Rumah Warga Rusak
Wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan tersebut meliputi Kota dan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok.
Secara nasional, BMKG menilai potensi cuaca ekstrem masih akan berlangsung dan diperkirakan terjadi secara berulang dalam beberapa waktu ke depan di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG menjelaskan, dalam sepekan ke depan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih memberikan pengaruh signifikan terhadap pola cuaca di Tanah Air.
Baca Juga:
BMKG: Risiko Banjir Jakarta Meningkat Jadi Dua hingga Tiga Kali Lipat
Pada skala global, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada kondisi netral yang mengarah ke La Nina lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) tercatat signifikan sebesar +8,6 dan indeks NINO 3.4 sebesar -0,79, yang berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, BMKG mencatat aktivitas monsun Asia masih cukup persisten hingga dasarian pertama Februari, sehingga turut memperkuat potensi hujan di berbagai wilayah.
Fenomena Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) atau aliran massa udara dingin lintas ekuator juga diprakirakan masih aktif dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi meningkatkan curah hujan.