Di saat yang sama, daerah tekanan rendah berpeluang terbentuk di Teluk Carpentaria yang dapat memicu perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Indonesia bagian selatan.
BMKG juga mengamati kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin yang diprediksi aktif di Samudra Hindia barat Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Lampung, Laut Sulu, Laut Arafura, serta Papua Selatan, sehingga memperbesar peluang hujan lebat di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Tanah Bergerak di Babakan Madang, 11 Rumah Warga Rusak
"Melihat potensi cuaca yang masih signifikan, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan longsor," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 30 Januari–5 Februari 2026.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.