Dari situlah dia kemudian meminta kementerian di Malaysia untuk memberikan panduan bagaimana cara salat yang benar buat astronot muslim seperti dirinya ketika berada di luar angkasa.
Situs Paltheos menyebutkan saat itu pemerintah Malaysia langsung mengumpulkan 150 ulama dan cendekiawan musliam di negeri jiran.
Baca Juga:
Bupati Solok Epyardi Asda Menggelar Gebyar Alek Barayo Basamo di Nagari Koto Baru
Dari situlah dirumuskan bahwa seorang astronot muslim yang ingin salat di luar angkasa seakurat mungkin harus menghadapkan wajahnya ke arah Ka'Bah di Mekkah, Arab Saudi.
Jika tidak bisa maka paling tidak mengarahkan wajahnya ke arah bumi.
Untuk waktu salat, seorang astronot muslim harus menggunakan waktu salat dimana pertama kali dia berangkat ke luar angkasa.
Baca Juga:
Sandiaga: Festival Pesona Minangkabau 2023 Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
Sheikh Muszaphar Shukor saat itu menggunakan waktu shalat Kazakhstan. Pasalnya pesawat Soyuz yang dia tumpangi memang meluncur di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan.
Gerakan salat pun sama seperti salat yang kita ketahui pada umumnya (lihat video-red).
"Beruntung saya ditempatkan di International Space Station (ISS) karena posisinya yang tepat berada di dekat bumi. Jadi saya bisa melihat langsung bumi," ucap Sheikh Muszaphar Shukor.