WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kita kerap menyepelekan hal-hal kecil yang ternyata bisa berdampak besar, termasuk soal charger ponsel.
Meski terlihat tidak membahayakan, membiarkan charger tertancap di colokan tanpa digunakan dapat memicu berbagai risiko serius.
Baca Juga:
Kurangi Emisi Karbon, ALPERKLINAS Apresiasi Kerjasama PLN dan Pemprov Banten Sosialisasi Pemakaian Kompor Induksi pada Konsumen
Kebiasaan meninggalkan charger tetap terhubung ke listrik meski tidak sedang dipakai sering dianggap hal biasa.
Banyak yang berasumsi bahwa selama tidak mengisi daya perangkat, charger tidak akan membahayakan atau menyedot listrik.
Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Charger yang dibiarkan tertancap tetap mengalirkan arus dalam jumlah kecil untuk menjaga sistem internalnya tetap aktif.
Baca Juga:
DLH DKI Jakarta Sebut Aksi Padam Lampu 60 Menit Kurangi 297 Ton Emisi Karbon
Fenomena ini dikenal sebagai vampire power atau daya siaga.
Satu charger mungkin hanya menyedot beberapa watt saat idle, tapi jika dikalikan dengan banyak perangkat di rumah, ponsel, laptop, tablet, kamera, jumlah daya yang terbuang bisa signifikan dalam setahun, dan berdampak pada meningkatnya tagihan listrik.
Lebih dari sekadar pemborosan, risiko keselamatan juga mengintai. Setiap aliran listrik menyebabkan komponen di dalam charger mengalami keausan.