Ekstensi browser juga menjadi salah satu alat para hacker ini berdasarkan analisa dari Proofpoint saat mendeteksi adanya indikasi malware di add-on Firefox untuk memata-matai aktivis komunitas Tibet.
Celah Microsoft Office Baru Seminggu
Baca Juga:
Jelang Tenggat TikTok Kena Banned 5 April, Trump Buka Suara
Sementar itu, celah yang hadir dari Microsoft Word sendiri pertama muncul ke permukaan pada Jumat 27 Mei lalu.
Celah ini diungkapkan oleh akun peneliti keamanan di Twitter dengan nama Nao Sec.
Cuitan dari Nao Sec menyebutkan celah tersebut bisa memfasilitasi masuknya program malware berbahaya melalui file dokumen Microsoft Word yang nantinya akan mengeksekusi perintah ke sistem Windows.
Baca Juga:
Masyarakat Diminta Waspada, Penipuan Modus Fake BTS Jelang Mudik Sedang Marak
Peneliti dengan nama Kevin Beaumont menjelaskan soal celah ini secara rinci di blog miliknya.
Kevin menjelaskan celah tersebut membuat hacker mampu menyisipkan url ke file dokumen Word tersebut.
Lalu url tersebut secara otomatis terbuka saat korban membuka file dokumen tersebut yang nantinya akan mendownload file HTML yang berisikan perintah peretasan aplikasi Microsoft Support Diagnostic Tools (MSDT).