Sesar ini memanjang dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, lalu mengarah ke timur laut melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.
Sesar Cimandiri terbagi menjadi lima segmen, yaitu:
Baca Juga:
BMKG Pastikan Gempa Sukabumi Akibat Subduksi, Tidak Berpotensi Tsunami
Cimandiri Pelabuhan Ratu-Citarik
Citarik-Cadasmalang
Ciceureum-Cirampo
Cirampo-Pangleseran
Pangleseran-Gandasoli.
Namun, ada pula yang membagi sesar Cimandiri menjadi empat segmen, antara lain:
Pelabuhan Ratu dan Cibuntu
Padabeunghar
Cikundul dan Baros
Sukaraja.
Pembagian empat segmen ini berdasarkan karakteristik morfologi yang diamati secara langsung di lapangan.
Selain gempa Cianjur hari ini, sesar Cimandiri beberapa kali sempat memicu gempa besar. Setidaknya, ada tujuh gempa besar dalam abad ini yang diakibatkan sesar Cimandiri.
Baca Juga:
Gempa M5,4 Guncang Sukabumi pada Dini Hari, Getarannya Terasa hingga Jakarta
Gempa itu antara lain gempa bumi Pelabuhan Ratu (1900), gempa bumi Cibadak (1973), gempa bumi Gandasoli (1982), gempa bumi Padalarang (1910), gempa bumi Tanjungsari (1972), gempa bumi Conggeang (1948), dan gempa bumi Sukabumi (2001).
Dampak gempa Cianjur M 5,6
Daryono menerangkan, gempa bumi ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V hingga VI MMI.