Beberapa judul bukunya, antara lain, Marketing Politik hingga Mengelola Partai
Politik.
Pada Agustus 2011, Majalah CAMPUS Indonesia memaparkan 20 Akademisi
Top Indonesia.
Baca Juga:
Mengenang 40 Hari Wafatnya Ketua Kodrat Shah, MPC PP Madina Hadiri Tahlilan di Medan
Mereka muda, berprestasi, dan penuh
karya di sejumlah universitas di Indonesia. Akademisi tersebut semuanya berusia
di bawah 50 tahun.
Fiz, yang saat
itu masih menjadi dekan, masuk dalam daftar tersebut. Ia
bergabung dengan nama-nama lain, seperti mantan Wakil Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo, hingga Adrianus Meliala, anggota komisioner Ombusman RI.
Lalu, pada
2012-2014, Fiz masuk ke Istana. Ia menjadi staf khusus Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) bidang ekonomi.
Baca Juga:
Kabar Duka! AKP Purnawirawan Amoni’o Hulu Tutup Usia, Polres Nias Gelar Prosesi Upacara Pemakaman
Hingga pada 15 Januari 2015, Fiz
terpilih sebagai Rektor Universitas Paramadina periode 2014-2018, menggantikan Anies Baswedan yang ditunjuk sebagai Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan.
Selain berkarir sebagai akademisi,
Firmanzah juga masuk ke dunia korporasi.
Sampai hari ini, ia masih tercatat
sebagai komisaris independen PT Bakrie & Brothers Tbk yang dipimpin oleh
Anindya Novyan Bakrie. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.