Prabowo mengingatkan bahwa perjalanan pembangunan nasional harus dilanjutkan dengan menjaga persatuan, keutuhan negara, dan kepentingan rakyat.
“Menjaga bangsa kita, menjaga republik kita, menjaga kebaikan, mengurangi ketidakbaikan,” lanjut Prabowo.
Baca Juga:
Prabowo Singgung Para Elit Politik yang Bikin Gaduh
Pernyataan resmi pemerintah belum memuat informasi terperinci mengenai lokasi, volume, kadar, status sumber daya, maupun tahapan verifikasi geologi terhadap temuan tersebut.
Cadangan mineral pada umumnya baru dapat ditetapkan secara resmi setelah melalui proses survei, pengeboran, pengujian laboratorium, penghitungan sumber daya, studi kelayakan, serta verifikasi sesuai ketentuan pertambangan.
Jauh sebelum pengumuman Prabowo, klaim mengenai keberadaan potensi emas berukuran sangat besar di Papua pernah disampaikan Direktur Eksekutif InFast Bestari Gede Sandra.
Baca Juga:
Prabowo Blak-blakan Akan Tutup 800 BUMN yang Rugi, Sebut Negara Bisa Hemat Triliunan
Gede menyebut informasi tersebut berasal dari Forum Angkatan 1973 Institut Teknologi Bandung atau Fortuga ITB yang beranggotakan sejumlah akademisi dari berbagai disiplin ilmu.
“Sebenarnya ini wasiat,” ungkap Gede dalam podcast Forum Keadilan TV yang dikutip Jumat (10/07/2026).
Ia mengatakan data mengenai potensi cadangan emas tersebut telah disampaikan sekitar satu dekade lalu kepada Rizal Ramli ketika menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.