"Kalau La Nina Modoki terus berlanjut ya dampaknya kemarau basah lagi," katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyebut Indonesia saat ini masuk masa pancaroba atau peralihan musim. Hal ini menyebabkan wilayah seperti Jakarta kerap panas namun hujan di sore hari. Ia menyebut fenomena ini sebagai hujan sporadis.
Baca Juga:
Sumedang dan Majalengka Jadi Salah Satu Daerah dengan Jumlah Petir Tertinggi di Bulan Maret 2025
"Kalau yang cerah berawan tiba-tiba hujan itu kita namakan hujan sporadis. Ini terjadi biasanya pada masa pancaroba," ujar dia, Rabu (3/4).
Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan menjelaskan saat ini fenomena iklim yang memicu peningkatan curah hujan, La Nina, masih aktif meski sudah masuk pancaroba.
La Nina sendiri sudah aktif di RI sejak 2020 yang memicu musim kemarau tetap basah alias banyak hujan.
Baca Juga:
Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut hingga Lebaran, PLN Siapkan Langkah Antisipatif
"Jadi sekarang kondisi atmosfer dan laut dari La Nina akan menuju ke arah netralnya," ujar Dodo, Selasa (28/3), "mulai pertengahan tahun ini akan ada fenomena El Nino lemah hingga akhir tahun."
"Ini kita masih dalam bulan-bulan musim penghujan dan akan mengakhirinya," tandasnya.
[Redaktur: alpredo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.