“Kalau dipaksa didorong, motor listriknya justru bisa menghasilkan arus balik yang berbahaya dan merusak komponen penting seperti inverter,” ujar teknisi otomotif asal Bandung, Erwin Arkana, Rabu (29/4/2026).
Selain itu, arus listrik yang tidak tersalurkan dengan baik berpotensi memicu panas berlebih dan kerusakan serius pada sistem elektronik kendaraan.
Baca Juga:
Bukan Irit, Mobil Listrik Justru Kehabisan Daya Lebih Cepat di Kecepatan Tinggi
Masalah lain muncul dari sistem pengereman dan kemudi yang sepenuhnya bergantung pada tenaga listrik, sehingga saat kendaraan mati total, rem menjadi keras dan setir sangat sulit dikendalikan.
Kondisi ini membuat proses mendorong mobil listrik di jalan raya menjadi berisiko tinggi bagi keselamatan.
Tak hanya itu, sebagian mobil listrik dilengkapi rem parkir elektronik yang otomatis mengunci ketika daya hilang, sehingga roda tidak dapat berputar dan justru terseret jika dipaksakan.
Baca Juga:
Keputusan Mengejutkan: Honda Stop 3 Proyek Mobil Listrik, Kerugian Diprediksi Tembus 2,5 Triliun Yen
“Kalau rem parkirnya terkunci dan tetap dipaksa, itu bisa merusak sistem rem sekaligus ban dalam waktu singkat,” jelas Erwin.
Sebagai solusi, proses evakuasi mobil listrik yang mogok sebaiknya menggunakan truk derek gendong agar seluruh roda terangkat dan tidak berputar selama proses pemindahan.
Metode ini dinilai paling aman karena menghindari risiko kerusakan akibat induksi listrik maupun tekanan mekanis pada komponen kendaraan.