Wiwin menjelaskan bahwa ia dan rekan-rekannya menerima makanan dalam besek dan membawanya pulang, bukan langsung disantap di lokasi acara.
Menurutnya, mereka merasa senang dan menikmati momen tersebut saat menenteng makanan, bukan bermaksud merendahkan.
Baca Juga:
Kades di Lahat Diduga Kumpulkan Dana Suap, Rp65 Juta Diamankan dalam OTT
"Soal kata 'geli', maksudnya bukan jijik, tapi lucu. Saya sendiri orang Sunda, kalau bilang 'ih lucu', itu menunjukkan kesenangan, bukan menghina," jelas Wiwin dalam klarifikasinya.
Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut hanyalah bagian dari kebersamaan mereka sebelum makan bersama di parkiran.
Wiwin juga menegaskan tidak ada niatan untuk meremehkan atau menghina makanan yang diberikan maupun siapa pun yang terlibat dalam acara tersebut.
Baca Juga:
Inspektorat Tapteng : Jaminan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa
"Saya ini orangnya humoris, yang mengenal saya pasti tahu. Saya membawa makanan itu dengan senang hati, bukan untuk menghina. Namun, mungkin ada orang yang menafsirkan berbeda. Saya akan lebih berhati-hati ke depannya," ujar Wiwin.
Ia mengaku terkejut videonya menjadi viral dan menimbulkan kontroversi di media sosial.
Melalui klarifikasinya, ia berharap masyarakat bisa memahami bahwa tidak ada niat buruk dalam kejadian tersebut.