WahanaNews.co | Setelah Presiden Joko Widodo menolak adanya wacana penundaan pemilu 2024, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas turut angkat bicara.
Dirinya meminta kepada politisi di negeri ini agar tidak menjerumuskan Jokowi dengan wacana penundaan pemilu 2024 tersebut.
Baca Juga:
Cholil Nafis: Awal Puasa Ramadan 2025 Bisa Berbeda, tapi Lebaran Kemungkinan Sama
"Oleh karena itu kepada para politisi yang masih punya moral dan hati nurani janganlah kalian tega menjerumuskan pak Jokowi kepada hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Anwar dalam keterangan resminya, Selasa (1/3).
Anwar menilai sudah sepatutnya Jokowi mengakhiri masa jabatannya dengan ketentuan konstitusi saat ini yakni dua periode.
Ia menyatakan sepatutnya disyukuri bila dukungan kepada Jokowi masih sangat besar saat ini. Sehingga nantinya bisa menyelesaikan jabatannya dengan terhormat dan disambut dengan derai air mata oleh rakyatnya.
Baca Juga:
Warga Non-Muslim di Sulut Bantu Gerakan Bersih Masjid Jelang Ramadhan 1446 H
"Untuk itu hal ini hendaknya benar-benar menjadi perhatian kita bersama sebagai anak negeri yang memang cinta dan sayang kepada bangsa dan negaranya dengan sepenuh hati dan dengan seluruh jiwa raganya," kata Anwar.
Anwar menilai para politikus dan pejabat negara yang mulai menyuarakan perpanjangan masa kepemimpinan Jokowi saat ini mirip seperti di masa Orde Baru.
Terlebih lagi, mereka mengklaim rakyat masih memerlukan kepemimpinan Jokowi. Padahal, Jokowi juga sudah menyatakan dengan tegas menolak rencana tiga periode atau tambah masa jabatan Presiden.