Daniel turut mengonfirmasi bahwa satu pucuk senjata laras panjang milik korban berhasil dirampas oleh kelompok bersenjata tersebut.
Di sisi lain, Juru Bicara TPNPB, Sebi Sambom, dalam pernyataannya mengklaim bahwa penyerangan itu dipimpin langsung oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Mayor Mafred Fatem, bersama Manuel Aimu selaku Komandan Kowip Satu, Ruftis Bernabas Muuk, serta pasukan dari sembilan batalyon.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Listrik 24 Jam untuk 1.396 Rumah Tangga di Pegunungan Arfak, Warga Kini Nikmati Energi Sepanjang Hari
Baku tembak dalam insiden ini juga memicu pengungsian massal dari warga Distrik Moskona Utara dan Distrik Moskona Utara Jauh yang memilih menyelamatkan diri ke arah hutan maupun distrik lain dan jumlah pengungsi masih belum terdata.
“Mayor Mafred Fatem melaporkan lebih lanjut bahwa aksi penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di Teluk Bintuni demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua, dan pertempuran ini kami akan tetap bertahan,” ujar Sebi.
TPNPB mengklaim selain menewaskan satu prajurit TNI, mereka juga melukai tiga anggota aparat lainnya dan merampas satu senjata laras panjang sebagai bagian dari aksi mereka.
Baca Juga:
Polres Fakfak Amankan Audiensi Marga Tunggin Yanggera, Aspirasi Terkait PT Pabar Wana Perkasa Disampaikan Tertib
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.