Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, kewirausahaan menawarkan potensi untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi dengan terciptanya lapangan pekerjaan.
Namun sayangnya, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2020 rasio tingkat kewirausahaan (UMKM) terhadap jumlah penduduk di Indonesia saat ini masih belum optimal, baru mencapai 3,5 persen. Masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura 8,7 persen dan Malaysia 5 persen.
Baca Juga:
MPR RI Bakal Kaji Ulang Pasal TAP MPR Terkait Soeharto dan Gus Dur
"Tingkat kewirausahaan yang rendah di suatu negara berkontribusi pada kurangnya lapangan pekerjaan dan peningkatan jumlah pengangguran. Mayoritas pengangguran di Indonesia terjadi dikalangan lulusan SMA/SMK dan sarjana. Data Badan Pusat Statistik pada tahun 2019 menunjukkan pengangguran dari lulusan perguruan tinggi mencapai 5,8 persen. Bahkan
pengangguran terdidik dari tahun ke tahun semakin meningkat dan mendominasi, hal tersebut perlu segera dicarikan solusi," jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum SOKSI dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, dari berbagai hasil penelitian menunjukkan lulusan perguruan tinggi lebih banyak sebagai pencari kerja, tidak menciptakan lapangan pekerjaan.
Hal tersebut juga disebabkan banyak perguruan tinggi lebih menyiapkan mahasiswanya untuk cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukan membuat lapangan pekerjaan.
Baca Juga:
Bamsoet: Kabinet Zaken Jadi Solusi Hadapi Krisis Ekonomi Global
"Pola pikir mahasiswa yang beranggapan bahwa sebagai lulusan perguruan tinggi harus mendapat pekerjaan dengan gaji yang tinggi harus diubah. Begitu juga dengan para orang tua yang menginginkan anaknya menjadi pekerja di perusahaan ternama atau sebagai pegawai negeri sipil masih cukup mendominasi. Sebagai lulusan perguruan tinggi harusnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang didapatkan," pungkas Bamsoet. [rsy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.