WAHANANEWS.CO, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) bergerak cepat menyikapi operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dengan langsung mencopotnya dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Rejang Lebong.
Langkah tegas tersebut diumumkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam kasus dugaan suap proyek.
Baca Juga:
Sprindik Baru Terbit, Kejagung Dalami TPPU dari Temuan 74 Kg Emas Terkait Febrie Adriansyah
"DPP PAN memberhentikan Muhammad Fikri Thobari dari jabatan struktural partai," ujar Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi pada wartawan, Selasa (11/3/2026).
Ia menjelaskan, untuk sementara posisi Ketua DPD PAN Rejang Lebong akan diambil alih oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Bengkulu hingga proses organisasi di daerah tersebut kembali ditata.
"Untuk sementara, Ketua DPD PAN Rejang Lebong diambil alih Dewan Pimpinan Wilayah PAN Bengkulu," kata Viva Yoga.
Baca Juga:
Korupsi Anggaran KBS Rp10,2 Miliar, Eks Dirut Jadi Tersangka Usai Satwa Kurus dan Tak Terawat
PAN, lanjut dia, menghormati sepenuhnya proses hukum yang kini sedang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi terkait perkara yang menjerat kepala daerah tersebut.
"Kami percaya bahwa penegakan hukum harus berjalan secara transparan, obyektif, profesional, dan sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan," ujar Viva Yoga.
Partai berlambang matahari putih itu juga menegaskan komitmennya sejak awal berdiri untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.