"Untuk penguatan Bakamla sekaligus menjajaki kerjasama Bakamla dengan Bea Cukai demi mengamankan, meningkatkan pendapatan negara. Mengurangi kebocoran di laut," kata Irvansyah saat ditemui seusai pertemuan.
Salah satu bentuk upaya kerja sama yang ia usulkan ke Purbaya ialah patroli laut gabungan hingga berbagi informasi terkait aktivitas ilegal di wilayah perairan Indonesia.
Baca Juga:
Barang KW Lolos ke RI, KPK Bidik Importir Pengguna PT Blueray
"Harapannya begitu. Harapannya kita dilibatkan, diikutsertakan, bergabung. Terutama yang di laut. Kalau sudah di darat, kita kan susah. Namanya Badan Keamanan Laut, bukan keamanan darat," tegasnya.
Menurut Irvansyah, selama ini Bakamla juga sudah terlibat melakukan penindakan terhadap berbagai aktivitas penyelundupan di jalur laut. Meski belum mau mengungkapkan nilai pengamanan potensi kerugian negara yang telah ditindak, ia hanya menyebut salah satu kasusnya terkait penyelundupan tekstil dari negara-negara tetangga.
Selain itu juga ada penyelundupan hewan ternak, narkoba, hingga mainan anak. "2025 ya, sekitar mulai 2024 itu. Tekstil sama baju bekas yang kebanyakan dari Malaysia," tegas Irvansyah.
Baca Juga:
Peredaran Rokok Ilegal di Maluku Digagalkan, Pelaku Disanksi Tiga Kali Lipat
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.