Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam memitigasi pengaruh negatif media sosial yang kerap menjadi pemicu konflik dan tawuran di kalangan remaja.
“Kami berharap minimal setelah pertemuan ini kita bisa melakukan mitigasi dengan memantau media sosial, seperti akun-akun yang berkaitan dengan tawuran maupun akun yang menyebarkan konten negatif lainnya. Hal itu dapat dicegah dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak kita agar wilayah Klender dan sekitarnya tetap damai, kondusif, dan tertib,” kata Ari.
Baca Juga:
Resmi Jabat Kepala Kesbangpol Jakarta, Ini Yang Dilakukan Muhamad Matsani di Minggu Pertama
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari Kecamatan Duren Sawit dan Kecamatan Pulo Gadung. Peserta terdiri atas unsur Dewan Kota, Tim Penggerak PKK, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), pengurus RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Karang Taruna.
Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan sejumlah usulan, salah satunya terkait kebutuhan penyediaan fasilitas olahraga di Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, dan Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulo Gadung. Warga menilai fasilitas olahraga dapat menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi, minat, dan kreativitas sehingga terhindar dari berbagai perilaku negatif, termasuk tawuran.
Melalui kegiatan Ngopi Cetar, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap angka tawuran dapat terus ditekan serta tercipta lingkungan yang aman, nyaman, harmonis, dan kondusif melalui keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga:
98 Calon Paskibraka Kota Jakarta Pusat 2025 Masuk Seleksi Tahap Akhir
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.