WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lonjakan kebutuhan energi jelang Ramadhan dan Idul Fitri menjadi sorotan serius Komisi XII DPR RI yang meminta distribusi LPG subsidi 3 kilogram diperketat agar tidak memicu gejolak harga di tengah masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra kepada PT Pertamina Patra Niaga agar meningkatkan kesiapan distribusi dan pengawasan elpiji bersubsidi secara nasional menjelang periode hari besar keagamaan, Kamis (13/2/2026).
Baca Juga:
Distribusi BBM Bersubsidi di Manokwari Terkendali
Ia menilai peningkatan konsumsi energi rumah tangga selama Ramadhan dan Idul Fitri harus diantisipasi sejak dini guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Kesiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penambahan suplai, penguatan pengawasan distribusi, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Cek Endra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian Kunjungan Spesifik Komisi XII DPR RI pada Masa Sidang III di Kepulauan Bangka Belitung yang turut membahas kesiapan sektor energi nasional.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Raih Rating ESG 'A', Perkuat Komitmen Keberlanjutan Menuju NZE 2060
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan di sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi seperti Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Batanghari, Endra menemukan adanya kelangkaan LPG 3 kilogram yang berdampak pada kenaikan harga di tingkat masyarakat hingga berkisar Rp40.000 sampai Rp60.000 per tabung.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peringatan penting agar penguatan distribusi dan pengawasan dilakukan secara nasional menjelang meningkatnya kebutuhan energi selama Ramadhan.
Ia menegaskan Pertamina Patra Niaga sebagai operator distribusi BBM dan LPG harus menjamin stabilitas pasokan, kelancaran rantai distribusi, serta memperketat pengawasan terhadap potensi penyimpangan di lapangan.
Merespons hal itu, Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga Alimidin Baso bersama perwakilan MOR II Erwin menyatakan kesiapan perusahaan untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk melalui pelaksanaan operasi pasar di wilayah yang mengalami tekanan harga.
Untuk mengatasi persoalan di lapangan, Manager Operasional Regional II Subagsel Erwin menyampaikan operasi pasar akan digelar bekerja sama dengan pemerintah daerah guna menjaga kestabilan pasokan dan harga.
Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan keterjangkauan harga sekaligus menjaga akses masyarakat terhadap energi bersubsidi.
Komisi XII menilai momentum Ramadhan dan Idul Fitri menjadi ujian krusial bagi ketahanan distribusi energi nasional sehingga dibutuhkan langkah antisipatif yang lebih kuat agar gejolak harga tidak meluas ke berbagai daerah.
Sebagai legislator dari daerah pemilihan Jambi, Endra menambahkan evaluasi tata kelola distribusi LPG subsidi perlu terus diperkuat agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak.
Ia berharap pelaksanaan operasi pasar serta peningkatan koordinasi lintas pemangku kepentingan mampu menjaga stabilitas pasokan dan memberikan kepastian bagi masyarakat selama periode hari besar keagamaan.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]