WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lonjakan kebutuhan energi jelang Ramadhan dan Idul Fitri menjadi sorotan serius Komisi XII DPR RI yang meminta distribusi LPG subsidi 3 kilogram diperketat agar tidak memicu gejolak harga di tengah masyarakat.
Desakan tersebut disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra kepada PT Pertamina Patra Niaga agar meningkatkan kesiapan distribusi dan pengawasan elpiji bersubsidi secara nasional menjelang periode hari besar keagamaan, Kamis (13/2/2026).
Baca Juga:
PINDEX 2026 Digelar di ICE BSD 3-5 Juni, Pertamina Patra Niaga Ajak Publik Lihat Inovasi Energi Hilir Gratis
Ia menilai peningkatan konsumsi energi rumah tangga selama Ramadhan dan Idul Fitri harus diantisipasi sejak dini guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Kesiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penambahan suplai, penguatan pengawasan distribusi, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Cek Endra dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian Kunjungan Spesifik Komisi XII DPR RI pada Masa Sidang III di Kepulauan Bangka Belitung yang turut membahas kesiapan sektor energi nasional.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Dex Series dan Sesuaikan Harga Pertamax Turbo Mulai 1 Juni 2026
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan di sejumlah kabupaten di Provinsi Jambi seperti Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Batanghari, Endra menemukan adanya kelangkaan LPG 3 kilogram yang berdampak pada kenaikan harga di tingkat masyarakat hingga berkisar Rp40.000 sampai Rp60.000 per tabung.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peringatan penting agar penguatan distribusi dan pengawasan dilakukan secara nasional menjelang meningkatnya kebutuhan energi selama Ramadhan.
Ia menegaskan Pertamina Patra Niaga sebagai operator distribusi BBM dan LPG harus menjamin stabilitas pasokan, kelancaran rantai distribusi, serta memperketat pengawasan terhadap potensi penyimpangan di lapangan.