WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah laboratorium rahasia pembuat metamfetamin atau sabu di kawasan hunian padat Sunter, Jakarta Utara, digerebek aparat gabungan yang turut menyita total 13 kilogram narkotika siap edar.
Pengungkapan kasus ini dilakukan personel Bea Cukai bersama Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri setelah rangkaian pengawasan barang kiriman internasional dan pengembangan informasi selama tiga hari, Jumat-Minggu (13/02/2026), (14/02/2026), hingga (15/02/2026), dengan lokasi operasi meliputi apartemen di Pluit dan Sunter serta sebuah rumah makan di Jakarta Timur.
Baca Juga:
Rapat dengan Kepala BNN, Komisi III DPR Ramai Soroti Bahaya Whip Pink
"Pengungkapan kasus ini merupakan hasil rangkaian pengawasan barang kiriman internasional dan pengembangan informasi yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu, 13-15 Februari 2026. Operasi dilakukan di beberapa lokasi, yakni apartemen di kawasan Pluit dan Sunter, serta sebuah rumah makan di Jakarta Timur," kata Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/02/2026).
Kasus tersebut bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai saat memeriksa paket kiriman pos asal Iran menggunakan mesin pemindai x-ray di Kantor Pos Pasar Baru pada Kamis (12/02/2026).
Dalam pemeriksaan itu, petugas menemukan kristal biru yang disembunyikan di balik dinding kemasan peti kulit dan setelah dilakukan uji laboratorium terbukti positif mengandung narkotika golongan I jenis sabu dengan berat sekitar 11,56 kilogram.
Baca Juga:
Laporan Warga Lewat Call Center 110 Bongkar Peredaran Ganja di Pekanbaru
Barang bukti tersebut selanjutnya diserahterimakan kepada Subdit V Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk pelaksanaan controlled delivery guna mengungkap jaringan penerima.
Pengembangan kasus pada Jumat (13/02/2026) mengarah pada penangkapan seorang warga negara Iran berinisial KKF yang diamankan saat menerima paket di sebuah apartemen di Pluit.
Sehari kemudian, Sabtu (14/02/2026), tim kembali menangkap warga negara Iran berinisial SB yang diduga berperan sebagai peracik sabu sekaligus menggerebek apartemen di Sunter yang difungsikan sebagai laboratorium pembuatan narkotika.