WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, Alex Indra Lukman mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat periode 2022-2027, Buya Bakhtiar, atas kesediaannya hadir pada kegiatan buka bersama yang digelar partai berlambangkan moncong putih tersebut di Padang, Ahad sore (7/3/2026).
“Kehadiran jajaran pengurus PWM Sumatera Barat di acara ini, membuktikan kerjasama yang telah dibangun, bukan semata kiasan dan kepentingan jangka pendek di momen Pemilu semata,” ungkap Alex saat sambutan.
Baca Juga:
Minyak Tembus 119 Dolar per Barel, AS Pertimbangkan Cabut Sanksi demi Redam Harga
Hal itu disampaikan Alex saat menyampaikan sambutan pada kegiatan buka bersama keluarga besar PDI Perjuangan Sumatera Barat.
Buka bersama ini menjadi makin istimewa karena tausyiah jelang berbuka disampaikan Buya Bakhtiar dengan tema "Puasa dan Pentasyarufan Kebajikan."
Bersama Buya Bakhtiar, hadir juga Wakil Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal PWM Sumatera Barat, Buya Yosmeri Yusuf.
Baca Juga:
Gejolak BBM di Indonesia, Ini Penyebabnya
Tak ketinggalan, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah (PWA) Sumbar, Syur'aini, bersama Delvina (sekretaris) dan Jusmawati (wakil ketua).
Acara buka bersama ini juga dihadiri oleh anggota DPRD provinsi, kabupaten/kota dari PDI Perjuangan serta perwakilan pengurus cabang dan jajaran pengurus lainnya.
Disampaikan oleh Alex, kerjasama PDI Perjuangan dengan PWM Sumatera Barat telah menjadi perbincangan di internal partai, baik di daerah hingga pusat.
Terlebih, Presiden Sukarno yang memiliki ikatan historis dan ideologis kuat dengan PDI Perjuangan juga berlatar belakang perserikatan Muhammadiyah.
“Kenapa PDI Perjuangan selama ini tidak punya suara di basis komunitas Muhammadiyah? Ini yang jadi perbincangan menarik di internal partai,” ungkap Alex, yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.
Di mata Alex, kerjasama yang berhasil dikolaborasikan dengan PWM, seperti berbagai agenda bakti sosial saat terjadi bencana hidrometeorologi di Sumbar, merupakan hal yang luar biasa.
“Kehadiran Muhammadiyah bersama kami yang ‘merah-merah’ ini, merupakan sesuatu yang luar biasa. Jika bersama partai lainnya, itu sudah biasa,” ungkap Alex.
“Karena itu, secara pribadi dan sebagai Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat, saya bertekad untuk bekerja sama dan saling membesarkan bersama Muhammadiyah,” tambah Alex.
Dalam amanatnya, Alex juga meminta pengurus cabang untuk mulai berkomunikasi dengan pengurus Muhammadiyah di wilayahnya masing-masing.
“Satu kursi DPR RI milik PDI Perjuangan ini, tak bisa lepas dari hasil rekomendasi PWM Sumbar. Pada kesempatan yang berharga ini, saya ucapkan terima kasih atas dukungan berupa rekomendasi yang telah diberikan pada Pemilu 2024,” tukas Alex.
Selain itu, Alex meminta pengurus cabang untuk juga menjalin komunikasi dengan pengurus daerah Muhammadiyah di daerah masing-masing.
“Kedepan, semua program kerakyatan itu akan dilakukan melalui partai. Sementara, bidang keagamaannya melalui Muhammadiyah. Memang, semuanya akan jadi perhatian kita, tentunya dimulai dari yang dekat dengan kita dulu,” tegas Alex.
Di momen itu, Alex juga mengumumkan dua pengurus cabang yang terus berkegiatan atas nama partai dengan mengambil momentum bulan Ramadhan 1447 H/2026 M.
Yakni, PDI Perjuangan Kabupaten Agam dan Kota Padang yang mengadakan kegiatan Daurah Tahfizh Al-Qur’an.
Sementara, dalam tausyiahnya, Buya Bakhtiar menukil pentingnya berkomitmen dengan kebajikan, yang dikaitkan dengan asbabun nuzul (sejarah turunnya ayat) QS Al Baqarah: 177.
“Puasa Ramadhan itu ending-nya adalah menghantarkan kita sebagai orang bertakwa (QS Al Baqarah: 185). Puasa itu juga menegaskan bahwa kesalehan ritual harus sejalan dengan kesalehan sosial. Artinya, puasa mesti menjadikan setiap orang yang mencapai predikat takwa, mampu melakukan pentasyarufan kebajikan,” ungkap Buya Bakhtiar.
Dikesempatan itu, Buya Bakhtiar juga mengurai pesan di balik kata takwa yang akan diraih setiap orang yang berpuasa dengan benar.
Yakni, pribadi yang sangat berhati-hati dalam beraktivitas keseharian, sehingga tingkah lakunya tidak memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Dalam kitab ahkam, takwa itu diibaratkan seperti ekor unta yang tengah berjalan di terik matahari di padang pasir yang penuh batu-batu tajam dan duri. Unta itu tentunya akan melangkah dengan sangat hati-hati,” terang Buya Bakhtiar.
Dikesempatan itu, Buya Bakhtiar menegaskan dalam kerangka membangun silaturahmi dengan partai politik, PWM Sumbar merekomendasikan salah seorang tokoh Angkatan Muda Muhammadiyah Sumatera Barat, Muhammad Fakhri, untuk berkiprah di PDI Perjuangan.
“Sebelumnya, Fakhri ini Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM), yang kemudian juga dipercaya jadi Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PWM Sumbar,” terangnya.
“Kita sengaja utus seorang aktivis muda Muhammadiyah ke PDI Perjuangan. Semoga, tali silaturahmi yang telah kita sambung di masa jelang Pemilu 2024 lalu, bisa terus memberikan kemaslahatan bagi umat,” harap Buya Bakhtiar.
Di kesempatan itu, Buya Bakhtiar menukil peran Yosmeri Yusuf dalam Pemilu serentak 2024 lalu. Saat itu, Yosmeri Yusuf ditugaskan sebagai Ketua Lembaga Hikmah Kebijakan Publik (LHKP) PWM Sumbar.
Lembaga ini adalah unsur pembantu pimpinan yang fokus mengkaji, merespons dan mengadvokasi isu politik kebangsaan serta kebijakan publik berdasarkan nilai Islam berkemajuan.
“Bang Alex ini, merupakan salah seorang yang direkomendasikan PWM Sumbar di Pemilu 2024 berdasarkan rekomendasi LHKP yang dipimpin Buya Yosmeri. Alhamdulillah, Bang Alex terpilih dan sampai sekarang terus membersamai Muhammadiyah dalam mencapai tujuan perserikatan,” nilai Buya Bakhtiar.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]