Menurut Try, narasi yang disampaikan kelompok bersenjata itu merupakan propaganda untuk menutupi tindakan kekerasan terhadap warga sipil dan penerbangan sipil di Papua.
"Kami punya pesawat dan helikopter sendiri dan tidak menggunakan pesawat sipil, jadi publik jangan percaya pernyataan mereka," ujar Try.
Baca Juga:
Dinas Pendidikan Provinsi Papua Larang Penggunaan HP di Sekolah
Kepala Satgas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Yusuf Sutejo menyatakan pesawat yang ditembak saat mendarat tersebut membawa 13 penumpang.
Pesawat tipe A/C C208B Ex itu diterbangkan oleh Kapten Egon Erawan bersama Kopilot Kapten Bas Koro dari Bandar Udara Tanah Merah pada Rabu (11/2/2026) pukul 10.35 WIT dan mendarat di Korowai sekitar pukul 11.00 WIT bertepatan dengan terjadinya penembakan.
Akibat insiden tersebut, pilot dan kopilot dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak, sementara 13 penumpang yang terdiri atas 12 orang dewasa dan satu balita selamat.
Baca Juga:
Pemuda Muhammadiyah Dorong Penambahan Maskapai Penerbangan, Perkuat Konektivitas Provinsi Papua Barat Daya
"Pelaku penembakan adalah milisi TPNPB Yahukimo yang dikenal dengan sebutan Batalyon Kanibal dan Semut Merah," kata Yusuf.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.