WahanaNews.co | Sejumlah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta kepada Ketua Umum Suharso Monoarfa untuk meninjau
ulang struktur kepengurusan baru di partai tersebut.
Juru Bicara Gerakan Penyelamat (GP)
PPP, Rusli Effendi, mengatakan, banyak
kader kaget karena namanya tidak masuk dalam kepengurusan partai berlogo Ka"bah
tersebut.
Baca Juga:
"Mencermati dan menilai proses dan
hasil Muktamar IX serta susunan pengurus DPP PPP 2020- 2025, para senior, ulama
PPP, tokoh pejuang partai, sebagian besar Pengurus Harian DPP 2016- 2020 dan
simpatisan PPP tersentak kaget dan penuh penasaran serta sangat kecewa melihat
Hasil Muktamar IX dan susunan pengurus harian DPP PPP," ujar
Rusli kepada wartawan, Rabu (10/3/2021).
Oleh sebab itu, dirinya bersama kader-kader
PPP lainnya menuntut supaya Suharso Monoarfa bisa melakukan perubahan dalam
struktur baru tersebut.
"Meninjau kembali susunan pengurus DPP
PPP 2020�"2025 dan merubah susunan pengurus yang mencerminkan semua komponen dan
mengutamakan kader pejuang PPP yang sudah berkiprah," katanya.
Rusli menambahkan, jika susunan
kepengurusan PPP tersebut sudah diserahkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia (Kemenkumham), maka harus ditarik kembali.
"Meminta pada Menkumham Yasonna Laoly
untuk Tidak Mengesahkan Surat Keputusan DPP PPP sampai persoalan Internal PPP
dapat diselesaikan," ungkapnya.
Rusli berujar, jika tuntutan ini tidak
diindahkan oleh Suharso Monoarfa, maka GP PPP akan menempuh cara-cara
hukum untuk membatalkan kepengurusan partai bernuansa hijau ini.
Hal itu dilakukan supaya dilakukannya
muktamar ulang.
"Maka kami atas nama GP PPP dan
komponenkomponen pejuang PPP lainnya akan menempuh jalur hukum dan melaksanakan
muktamar ulang sesuai AD/ART dilaksanakan oleh salah satu Wakil Ketua Umum dan
Sekjen/Wakil Sekjen," tegasnya. [qnt]