WAHANANEWS.CO, Jakarta - Energi kebersamaan langsung menyala sejak detik pertama ketika para pegiat LSM dari berbagai penjuru daerah berkumpul dalam rapat perdana pembentukan Komite Nasional LSM Indonesia (KN–LSM Indonesia) di Jakarta, Sabtu (4/4/2025).
Momentum ini menjadi titik awal konsolidasi besar lintas organisasi yang bertujuan menyatukan visi serta memperkuat solidaritas demi kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Baca Juga:
Soal Lelang Bus Transpatriot, Aliansi Ormas dan LSM Sebut “Demi Selamatkan Keuangan Daerah”
Rapat berlangsung tertib dan kondusif dengan kehadiran sejumlah tokoh LSM seperti Hobbin Marpaung, KRT Tohom Purba, dan Teuku Z Arifin, bersama para perwakilan lembaga yang aktif di bidang sosial kemasyarakatan.
Dalam forum tersebut juga diperkenalkan susunan awal pengurus organisasi yang terdiri dari Hobbin Marpaung (Ketua LSM Jamak), KRT Tohom Purba (Ketua LSM PLN Watch dan Ketua LSM Martabat yang merupakan salah satu organ relawan Prabowo-Gibran serta relawan Jokowi-Maruf pada 2014), Teuku Z Arifin (Ketua LSM Penjara), dan Agus Chairuddin (Ketua LSM Infra).
Dalam suasana diskusi yang hangat namun tetap konstruktif, para peserta mencapai kesepakatan penting untuk membentuk wadah nasional sebagai penghubung komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar-LSM di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Oknum LSM Diduga Peras Manajemen RSUD Abdoel Moeloek
“Berbeda latar belakang bukan penghalang, justru menjadi kekuatan kita untuk bergerak bersama,” ujar Hobbin Marpaung.
Kesepakatan tersebut kemudian dipertegas melalui musyawarah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan hingga secara bulat menetapkan Agus Chairuddin sebagai Koordinator KN–LSM Indonesia.
Penunjukan ini disambut antusias oleh peserta, mengingat rekam jejak serta dedikasi Agus Chairuddin yang dinilai memiliki kapasitas dalam menggerakkan organisasi kemasyarakatan.
“Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan,” ujar Agus Chairuddin usai penetapannya.
Ia menegaskan bahwa komite ini bukan milik individu, melainkan menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen LSM di Indonesia yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya percaya, dengan semangat gotong royong dan keterbukaan, kita bisa menghadirkan gerakan yang kuat, terarah, dan memberi dampak luas,” lanjutnya.
Selain menetapkan koordinator, forum juga menghasilkan keputusan strategis berupa pembentukan Tim Perumus yang akan menyusun dasar hukum, struktur organisasi, serta arah program kerja komite ke depan.
“Kita datang dari latar belakang yang berbeda, namun memiliki satu tujuan yang sama: berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap salah satu peserta.
Tim tersebut akan bekerja secara kolektif dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan keterbukaan agar setiap keputusan mampu merepresentasikan aspirasi seluruh anggota.
Para tokoh LSM yang hadir turut menyampaikan harapan agar komite ini berkembang menjadi wadah yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik luas.
“Seluruh pengurus dan anggota KN–LSM Indonesia sepakat untuk mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga masing-masing LSM agar lebih spesialis, sehingga setiap lembaga fokus pada bidang dan sektor yang berbeda,” ujar KRT Tohom Purba.
Ia menjelaskan bahwa ke depan akan terbentuk berbagai LSM berbasis sektor seperti pertanian, infrastruktur, kelautan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, BUMN, pemerhati PLN dan listrik, anggaran, aparatur negara, kawasan, dan lainnya sesuai kompetensi masing-masing.
“Jadi masing-masing LSM akan bekerja sesuai kompetensi LSM-nya,” lanjutnya.
Tohom menambahkan, menurut data Kesbangpol RI ada kurang lebih 8000 LSM di Indonesia.
"Ini akan kita komunikasikan semua supaya bisa satu persepsi," tuturnya.
Rapat kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai penanda dimulainya perjalanan KN–LSM Indonesia yang diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat di berbagai daerah.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]