WAHANANEWS.CO, Jakarta - Suasana hangat penuh semangat langsung terasa sejak awal ketika para pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari berbagai daerah berkumpul dalam rapat perdana pembentukan Komite Nasional LSM Indonesia (KN–LSM Indonesia) yang digelar di Jakarta, Sabtu (4/4/2025).
Momentum ini menjadi titik awal penyatuan visi dan penguatan solidaritas lintas organisasi, sekaligus meletakkan fondasi kolaborasi nasional demi kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Baca Juga:
Soal Lelang Bus Transpatriot, Aliansi Ormas dan LSM Sebut “Demi Selamatkan Keuangan Daerah”
Rapat berlangsung tertib dan kondusif dengan kehadiran sejumlah tokoh LSM seperti Hobin Marpaung, KRT Tohom Purba, dan Teuku Z Arifin, bersama para perwakilan dari berbagai lembaga yang aktif di bidang sosial kemasyarakatan.
Dalam suasana diskusi yang hangat namun tetap konstruktif, seluruh peserta mencapai kesepakatan penting untuk membentuk sebuah wadah nasional yang berfungsi sebagai penghubung komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi antar-LSM di seluruh Indonesia.
“Berbeda latar belakang bukan penghalang, justru menjadi kekuatan kita untuk bergerak bersama,” ujar salah satu tokoh LSM dalam forum tersebut.
Baca Juga:
Oknum LSM Diduga Peras Manajemen RSUD Abdoel Moeloek
Kesepakatan itu kemudian diperkuat melalui musyawarah bersama yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, hingga akhirnya secara bulat menetapkan Agus Chairuddin sebagai Koordinator Komite Nasional LSM Indonesia (KN–LSM Indonesia).
Penunjukan ini disambut antusias oleh para peserta, mengingat rekam jejak serta dedikasi Agus Chairuddin yang dinilai mumpuni dalam menggerakkan organisasi kemasyarakatan.
“Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan,” ujar Agus Chairuddin usai ditetapkan sebagai koordinator.
Ia menegaskan bahwa komite ini bukan milik individu, melainkan milik bersama seluruh elemen LSM di Indonesia yang ingin berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya percaya, dengan semangat gotong royong dan keterbukaan, kita bisa menghadirkan gerakan yang kuat, terarah, dan memberi dampak luas,” lanjutnya.
Selain penetapan koordinator, forum juga menghasilkan keputusan strategis berupa pembentukan Tim Perumus yang akan menyusun dasar hukum, struktur organisasi, serta arah program kerja komite ke depan.
“Kita datang dari latar belakang yang berbeda, namun memiliki satu tujuan yang sama: berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap salah satu peserta.
Tim tersebut akan bekerja secara kolektif dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan keterbukaan, agar setiap keputusan yang dihasilkan mampu merepresentasikan aspirasi seluruh anggota.
Para tokoh LSM yang hadir juga menyampaikan harapan agar komite ini dapat berkembang menjadi wadah yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik luas.
“Melalui komite ini, kita akan bekerja bahu-membahu, saling mendukung, dan bergerak bersama dengan semangat persatuan,” lanjutnya.
Rapat kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai penanda dimulainya perjalanan Komite Nasional LSM Indonesia yang diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat di berbagai daerah.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]