WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kontak tembak antara prajurit TNI dan kelompok bersenjata kembali pecah di Papua Tengah, memicu ketegangan di wilayah Nabire hingga aparat berhasil memukul mundur lawan.
“Tim Patroli Keamanan Komando Operasi (Koops) TNI Papua berhasil menghalau dan memukul mundur kelompok bersenjata TPNPB-OPM dalam kontak tembak yang terjadi di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/3/2026),” demikian dikutip dari siaran pers Puspen TNI.
Baca Juga:
Satgas Gulbencal Selesaikan Perbaikan Jalan dan Pondasi Ronjong di Desa Ampolu, Tapteng
Peristiwa tersebut bermula saat patroli TNI mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan di lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata di Kampung Topo, Nabire, Sabtu (21/3/2026).
Saat dilakukan penyisiran di area tersebut, aparat langsung terlibat baku tembak dengan kelompok yang diidentifikasi sebagai bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebelum akhirnya kelompok tersebut melarikan diri ke arah hutan.
Dalam operasi pengamanan pascakontak tembak, aparat TNI berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga milik kelompok tersebut, Sabtu (21/3/2026).
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
Barang bukti yang diamankan meliputi satu pucuk pistol jenis P1, satu senapan angin, 14 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, delapan butir amunisi kaliber 9 milimeter, bendera bintang kejora, uang tunai, serta perlengkapan lainnya.
“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, dengan tindakan yang terukur dan sesuai dengan prosedur,” ujar Kepala Penerangan Koops TNI Papua M Wirya Arthadiguna.
Situasi di lokasi dilaporkan berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan eskalasi lanjutan, sementara barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.