“Penambahan pasukan sedang direncanakan, termasuk penguatan intelijen,” ujar dia.
Pengembangan informasi berbasis laporan masyarakat dan jaringan intelijen terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Baca Juga:
Baim Wong Bongkar Masa Kelam, Pernah Tak Mampu Bayar KPR
“Informasi dari masyarakat dan aparat intelijen akan terus kami kembangkan,” kata dia.
Terkait pelaku penyerangan, TNI mengaku telah mengantongi indikasi awal, namun masih menunggu validasi data sebelum disampaikan secara resmi kepada publik.
“Kami sudah memiliki dugaan terhadap pelaku, tetapi akan kami sampaikan setelah informasi benar-benar valid,” kata dia.
Baca Juga:
Geger di Samarinda: Mutilasi Terungkap Kilat, Pelaku Ditangkap Kurang dari 12 Jam
Di tengah situasi tersebut, TNI menegaskan bahwa soliditas bersama Polri tetap terjaga dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat Daya.
Peristiwa ini juga menjadi duka mendalam bagi institusi TNI, terutama atas gugurnya dua prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Operasi Habema saat menjalankan tugas negara di medan operasi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.