Han Awal, atau Han Ho Tjwan, dikenal sebagai arsitek konservasionis yang berperan dalam pelestarian bangunan bersejarah. Salah satu karyanya yang terkenal adalah restorasi Katedral Jakarta, yang mempertahankan nilai sejarahnya.
Han Awal juga dikenal atas karyanya, Museum Arsip Nasional, yang meraih Penghargaan Internasional Keunggulan Warisan Asia Pasifik UNESCO. Ia juga mendirikan Pusat Dokumentasi Arsitektur untuk mempromosikan warisan arsitektur.
Baca Juga:
Akselerasi Layanan Digital, Kemenpan RB luncurkan Arsitektur SPBE
2. Friederich Silaban
Friederich Silaban adalah arsitek Indonesia generasi pertama yang otodidak dan sangat berpengaruh. Ia membangun beberapa bangunan ikonik di Indonesia seperti Masjid Istiqlal, Stadion Gelora Bung Karno, dan Monumen Nasional (Monas). Perannya penting dalam pembentukan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), sebuah asosiasi arsitek Indonesia.
3. Achmad Noe'man
Baca Juga:
Berikut 6 Bangunan Bersejarah di Indonesia yang Diakui Dunia
Achmad Noe'man, dikenal sebagai "Arsitek Seribu Masjid," mengabdikan dirinya untuk merancang masjid. Salah satu ciri khas desainnya adalah tidak menggunakan kubah pada masjid, karena dianggap terlalu berat dan membutuhkan pilar penopang. Desainnya yang kontroversial untuk Masjid Salman membuatnya terkenal.
4. Liem Bwan Tjie
Liem Bwan Tjie adalah pelopor arsitektur modern di Indonesia. Setelah belajar di Belanda, ia merancang bangunan dan rumah untuk kalangan elit. Salah satu karyanya yang terkenal adalah rumah Bo Djwan. Liem juga terlibat dalam pembentukan IAI.