WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pernahkah Anda bertanya-tanya mana yang sebenarnya tepat?
Di tengah pergulatan lidah dan pena yang silih berganti menyebut bulan suci umat Islam, ternyata ada jawaban pasti yang telah ditetapkan dalam khazanah bahasa Indonesia.
Baca Juga:
Sidak Pasar Cisalak, Plh Wali Kota Depok Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Ramadan
Ramadan dan Ramadhan—dua kata yang identik namun berbeda dalam kaidah bahasa. Bagaikan dua sisi mata uang, keduanya melambangkan bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriah yang dinanti umat Muslim di seluruh penjuru dunia.
Namun, seperti halnya setiap aturan memiliki ketentuan, bahasa pun memiliki bakunya tersendiri.
Merujuk pada otoritas tertinggi bahasa Indonesia, KBBI VI Daring yang dikeluarkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, terungkap bahwa "Ramadan" adalah bentuk baku yang diakui secara resmi.
Baca Juga:
Jelang Ramadan, UKT 2 Kepulauan Seribu Bersihkan Tempat Pemakaman Umum
Sementara "Ramadhan" telah ditetapkan sebagai bentuk yang menyimpang dari kaidah baku bahasa Indonesia.
Ditinjau dari akar katanya, Ramadan berasal dari bahasa Arab yang menyimpan makna mendalam sebagai bulan kesembilan dalam kalender Hijriah.
Bulan istimewa ini merupakan masa di mana setiap Muslim yang telah mencapai usia akil balig menjalankan kewajiban puasa sesuai dengan tuntunan syariat Islam.