4. Potensi masalah yang mungkin muncul Meski banyak kecocokan di antara keduanya, tapi bukan berarti tidak ada potensi masalah dari kesamaan love language physical touch.
Kata Camins, jika mereka terlibat konflik, kemungkinan yang akan terjadi adalah berhenti menyentuh satu sama lain. Kondisi ini bisa memperburuk situasi dan membuat masing-masing pasangan merasa kesepian.
Baca Juga:
Fakta Baru: Perempuan Lebih Memilih Pria Muda, Ini Alasan di Baliknya
"Sulit bagi mereka merasakan saling terhubung jika salah satunya enggan menyentuh atau mengabaikan pasangannya saat sedang marah," kata Stephanie Camins.
Maka dari itu, untuk menciptakan hubungan yang harmonis, mereka harus bisa saling memahami kebutuhan dan melepaskan ego masing-masing.
5. Kecocokan secara keseluruhan
Baca Juga:
Dalil Dinilai Tak Terbukti, KPU Jatim Minta MK Tolak Permohonan Risma-Gus Hans
Menurut Camins, kesamaan bahasa cinta physical touch ini bisa dikatakan sebagai pasangan yang paling ideal.
Ada begitu banyak kecocokan yang saling menguntungkan bagi masing-masing pasangan jika memahami kebutuhan satu sama lain. Terutama dalam hal emosional, keintiman, hubungan seksual hingga menciptakan hubungan yang sehat dan penuh kasih sayang.
Sebab, ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan pasangan untuk membuat mereka saling terhubung, merasa saling mencintai dan dicintai. [rna]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.