"Ini merupakan suatu yang tidak boleh disia-siakan. Jadi apa yang harus dilakukan? Di dunia usaha harus dilakukan, karena ujungnya akan membawa ke pertumbuhan ekonomi, dan juga kepada lapangan kerja," sambungnya.
Meski begitu, ia menyerahkan strategi operasional kepada setiap perusahaan, dengan catatan produktivitas tetap dijaga meski ada penyesuaian pola kerja.
Baca Juga:
Dukung Aktivitas WFH, PLN Tawarkan Promo Tambah Daya Listrik Setengah Harga
"Jadi kalau saya rasa sih, disikapi secara bijak perusahaan per perusahaan, tapi yang penting kembali lagi bagaimana bisa terus produktif, walaupun tetap efisien dan juga ya membawa pertumbuhan," kata Anindya.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Baca Juga:
Dukung Kebijakan WFH, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50%
Di sisi lain, kondisi berbeda justru dirasakan sektor ritel. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyambut positif banyaknya hari libur di bulan Mei.
"Oh bagus, bagus itu," kata Budihardjo.