WAHANANEWS.CO - Tren wisata global berubah drastis, kini pelancong tak lagi mengejar banyaknya destinasi, melainkan mencari pengalaman yang lebih personal, bermakna, dan memberi nilai dalam setiap perjalanan.
Perubahan tersebut disampaikan Kitty Chandra yang menilai wisatawan saat ini lebih fokus pada kualitas pengalaman dibanding sekadar jumlah tempat yang dikunjungi.
Baca Juga:
Polisi Ungkap Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Dipicu Asmara Tak Direstui
"Jadi lebih mencari value ya. Bukan hanya sekadar banyaknya tempat dan sebagainya," ujar Kitty dalam acara Temu Media di Jakarta beberapa waktu lalu.
Data internal Golden Rama Tours & Travel mencatat lonjakan aktivitas perjalanan lebih dari 20 persen pada semester pertama 2026.
Temuan tersebut sejalan dengan laporan studi McKinsey & Company yang menunjukkan perubahan preferensi wisatawan secara global.
Baca Juga:
Anak Putri Mahkota Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerkosaan
Lebih dari 70 persen pelancong kini menempatkan pengalaman sebagai prioritas utama, melampaui kepemilikan barang maupun sekadar banyaknya destinasi yang dikunjungi.
Wisata pun tidak lagi dilakukan secara impulsif, melainkan direncanakan lebih matang dengan tujuan jelas dan makna yang ingin dicapai.
"Kalau dulu traveler itu misalnya satu tahun beberapa kali bepergian, sekarang mereka lebih terencana, lebih mencari maknanya. Tujuan traveling itu untuk apa," kata Kitty.