Sebelumnya, sejumlah karya Pidi Baiq juga telah diadaptasi ke layar lebar.
Beberapa di antaranya adalah Dilan 1990, Dilan 1991, Milea: Suara dari Dilan, hingga Ancika: Dia yang Bersamaku 1995.
Baca Juga:
DPR RI dan Parlemen Korea Selatan Bahas Perdagangan hingga Perlindungan Pekerja Migran
Kali ini, cerita berfokus pada Basil dan Elma.
Kehadiran dua karakter tersebut diharapkan memberikan pengalaman baru bagi penonton melalui hubungan, konflik, serta momen-momen romantis yang tetap memiliki karakteristik khas semesta Pidi Baiq.
2. Kota Bandung Menjadi Bagian Penting Cerita
Baca Juga:
Tampung Aspirasi Warga, TB Hasanuddin Dorong Pelatihan UMKM bagi Masyarakat Sumedang
Bukan sekadar menjadi tempat berlangsungnya cerita, Bandung memiliki peran penting dalam membangun atmosfer Dan Bandung.
Berbagai sudut Kota Kembang dimanfaatkan untuk memperkuat perjalanan hubungan Basil dan Elma.
Salah satu lokasi yang muncul dalam film adalah kawasan kolong jembatan Alun-alun.