Lalu, apa
alasan Locatelli melakukan hal yang bisa saja membahayakan tubuhnya itu?
Dia mengaku,
perbuatannya itu bisa menjadi simbol perdamaian antar-agama dan
ilmu pengetahuan atau sains.
Baca Juga:
PLN Tebar Berkah Ramadan, Salurkan Santunan untuk Ratusan Dhuafa dan Anak Yatim
Selain itu, ia tak menampik, ada rasa penasaran di belakang aksi memindahkan teks ayat kitab
suci dua agama besar ke dalam makromolekul di tubuhnya.
Ia juga menyinggung studi atau riset
belakangan yang melaporkan DNA memungkinkan untuk mengubah tiap jenis informasi
ke DNA untuk tujuan penyimpanan.
Dalam menjalankan misinya, Locatelli
mengklaim tak mengalami kesulitan, dan juga tidak sakit.
Baca Juga:
Ramadan Penuh Cahaya dan Doa: Hafiz Indonesia 2026 Hadir dengan Kisah Anak-Anak Penghafal Al-Qur’an
Namun, sedikit
bengkak di lokasi suntikan, yakni pada dua
pahanya.
Ia pun merinci cara sederhana dan
metode penyuntikan teks agama ke tubuh.
Metode yang digunakan Locatelli yakni
mengkodekan teks kitab suci dengan empat molekul nukleotida (A, G, T, dan C)
penyusun DNA.