“Sebagai putra bangsa pasti kecewa, karena kalau enggak ada pelaut Indonesia, oke fine artinya enggak ada yang sanggup bawa kapal itu,” ujarnya.
Ia kemudian menyoroti fakta bahwa Indonesia memiliki jumlah pelaut yang besar dan diakui secara global, namun belum sepenuhnya diberdayakan.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Pendidikan Melalui PANAH KESATRIA
“Tapi Indonesia itu memiliki 1,4 juta pelaut, kita itu ada di urutan ketiga di dunia untuk non perwira,” ujar Adrian.
Adrian juga mengkritisi fenomena banyaknya tenaga kerja Indonesia yang memilih berkarier di luar negeri karena merasa kurang dihargai di dalam negeri.
“Perusahaan BUMN milik negara, pajak dari negara dan lain-lain tapi lu ngasih makan negara luar,” imbuhnya.
Baca Juga:
Selesai Menimba Ilmu di PLCLP 2026, 100 Peserta Siap Mengabdi untuk Negeri
Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak talenta dalam negeri memilih mencari peluang di luar Indonesia.
“Inilah alasan kenapa anak bangsa pada cabut, mencari rezekinya di luar negeri, karena negara pun bahkan tidak menghargai skill mereka,” kata Adrian.
Lebih lanjut, Adrian turut menyinggung isu ketergantungan terhadap tenaga asing yang dinilai sebagai bentuk ketidakseimbangan dalam pengelolaan sumber daya manusia nasional.